Kristenisasi Kepada Warga Madura

Kristenisasi Kepada Warga Madura Pengkristenan Madura Pancing Amarah
Dipublikasikan Ulang oleh : Ar-Risalah Institute

MADURA.” Mendengar kata ini, maka yang terbayang adalah sebuah pulau yang gersang dan kering seluas lebih kurang 5.250 km2 di ujung timur pulau Jawa. Terlintas di benak kita sebuah celurit, karapan sapi dan adat yang keras. Di masyarakat, kata “Madura” akrab dengan sate, becak, besi tua dan rongsokan. Demikianlah, gambaran umum orang lain tentang orang Madura yang dikenal sebagai pekerja keras yang ulet.

Namun, di balik kesan sikapnya yang keras, suku Madura terkenal sangat menjunjung tinggi kehormatan dan agama. Dalam hal penghormatan, orang Madura tidak mau diremehkan maupun meremehkan orang. Sifat demikian termanifestasikan dalam ungkapan “madu ben dara” (madu dan darah), yang berarti bila orang Madura diperlakukan secara baik, sopan dan penghormatan, maka balasannya adalah kebaikan pula. Sebaliknya, bila diperlakukan secara sewenang-wenang dan tidak adil, maka balasannya jauh lebih berat bahkan dapat menimbulkan pertumpahan darah.

Selengkapnya bisa Anda baca di sumber refrensi sbb:

#arrisalah-institute.blogspot.com