Siswa Indonesia Raih 3 Medali Perak dan 2 Perunggu di Olimpiade Astronomi Brazil

siswa indonesia raih 3 medali perak dan 2 perunggu di olimpiade astronomi brazil

Para siswa Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa dengan berhasil meraih 3 medali perak dan 2 medali perunggu di 6th International Olympiads on Astronomy and Astrophysics (IOAA) yang dilaksanakan pada 4-14 Agustus lalu di Rio de Janeiro dan Vassouras, Brazil. The 6th IOAA di Brazil dihadiri oleh 134 siswa, 30 tim dari 27 negara peserta, yakni Bangladesh, Belarus, Bolivia, Brazil, Bulgaria, China, Kolombia, Kroasia, Republik Ceko, Yunani, Hongaria, India, Indonesia, Iran, Korea, Kazakhstan, Lithuania, Polandia, Portugal, Rumania, Serbia, Singapura, Slovakia, Sri Lanka, Thailand, Ukraina dan Uni Emirat Arab.Dalam the 6th IOAA, Indonesia mengirimkan 5 perwakilan siswanya yang didampingi oleh 2 team leader, yakni Dr. Hakim L. Malasan, M.Sc dan Dr. rer.nat. M. Ikbal Arifyanto. Indonesia juga mengirimkan seorang observer, yakni Ir. Gunardi Sihhatmanahadi. Para siswa yang berhasil meraih medali perak tersebut adalah Sabrina Rizki Aulia (SMA Negeri 8, Jakarta, DKI Jaya), Dinda Zhafira (SMA Negeri 5 Surabaya, Jawa Timur), dan Leonard (SMA Sutomo 1, Medan, Sumatera Utara). Adapun medali Perunggu diraih oleh Siti Fatima (SMA Negeri 1, Sampang, Jawa Timur) dan James Lim (SMAK Petra 2, Jawa Timur).

siswa indonesia raih 3 medali perak dan 2 perunggu di olimpiade astronomi brazil

Pertandingan berlangsung dalam kondisi cuaca cerah tapi bisa turun sampai 9º Celsius pada malam hari. Dan kondisi cuaca tidak menjadi penghalang bagi peserta Indonesia dan negara-negara lain untuk terus melaksanakan lomba.
Lomba yang dilaksanakan dalam IOAA meliputi beberapa ronde yakni:

  1. Team Competition yang berisi proyek riset teoritis mengenai planet yang berada di sistem bintang ganda dekat. Tim diberi waktu 4 hari untuk menyelesaikan masalah ini.
  2. Ronde teori, berisi 15 soal-soal essay pendek dan 2 soal-soal essay panjang dengan tingkat kesulitan rata-rata tinggi.
  3. Ronde analisis data yang intinya memecahkan 2 masalah astronomi observasi melalui pengolahan data dan grafik
  4. Ronde observasi berisi 5 persoalan yang harus dipecahkan di lapangan dengan menggunakan teleskop dan mata bugil atau tanpa alat dalam waktu 20 menit

Selengkapnya bisa Anda baca di sumber refrensi sbb:

#kaskus

#langitselatan.com